Rabu, 29 Januari 2014

GERAKAN USAHA ORANG TUA ASUH (GUOTA)



 YAYASAN PERINTIS 29 SEMARANG
SMP PERINTIS 29 SEMARANG
Akte Notaris No. 25 tgl  19 – 8 – 1983, No. 70 tgl 19 – 5 – 1993 & No. 35 tgl 24 – 12 – 2004
                                          Alamat : Karangbendo 4 – 5 – 7 Jatingaleh Telp. ( 024 ) 8414818 Semarang 50234



Kepada  Yth. Bapak   Ibu
Instansi/Rumah Tangga/ Swasta
Kota Semarang
Di  tempat


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 Seiring  kondisi dari sosial ekonomi anak kami, dari lingkup keluarga ekonomi menengah ke bawah, dan managemen penyelenggaraan pendidikan  kami yang swasta, untuk tetap aktif berkomitmen memanage pendidikan  dengan label sekolah murah, dengan tetap mengawal proses pembelajaran yang menarik, semarak dan focus, maka kami berusaha melangkah dan melakukan terobosan multi arah, yang salah satu terobosan kami adalah membangun mitra dengan berbagai instansi guna mendapat partisipan aktif seperti Gerakan Usaha Orang Tua Asuh (GUOTA).
Sehubungan hal di atas, kami bermaksud mengetuk pintu hati dan kemitraan melalui instansi bapak, kiranya dapat mengambil bagian sebagai mitra GUOTA.
Adapun sebagai pertimbangan  mitra GUOTA  dari  kondisi anak yang kami ajukan, berikut kami sertakan  sebagaimana (terlampir).
Demikian harapan dan penjajagan mitra GUOTA  yang kami tawarkan kepada bapak, kiranya mendapat respon memadai, dan atas perhatian serta perkenannya kami ucapkan terima kasih banyak.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Semarang, 29 Januari  2014

Bendahara                                                                               kepala Sekolah



Sri Hartati, S.Pd.                                                                     Nur Rifa’i, S.Ag., M.S.I.
        Waka                                                                             Penanggungjawab GUOTA
 

Selasa, 28 Januari 2014

PENJARINGAN PPD 2014-2015


Penjaringan sistem PPD 2014-2015 Perintis 29 semarang

Sistem Penerimaan : Kepanitiaan 1) Penanggung-jawab : Kepala Sekolah 2) Ketua PPD : Agus S, S.Pd. 3) Sekretaris : Ahmad Mahzum, S.Pd. 4) Bendahara : Nurul. S., S.Pd. 5) Anggota : - Tri Wahyuni - Darlan S.Pd. - Tri Astuti  S., S.Pd. - Yuli Eka, S.Pd. - Atmureni, S.Pd. 2. Team Promosi PPD a) Via Media Elektronik dan Cetak b) Presentasi ke beberapa SD sekitar c) Koordinator Lapangan : - Darlan, S.Pd. - Sri Hartati, S.Pd. - Nurul S., S.Pd. - Agus. S., Spd. 3. Target pencapaian 1) 2 rombongan kelas ( 2 rombel ) 2) Solusi pencapaiannya: a) Mendelegasi siswa merekrut seorang calon PPD persiswa b) Mendatangi tokoh masyarakat wali seputar kecamatan terdekat c) Mengirim surat rekrutmen kepada kepala camat di 5 kecamatan terdekat d) Mengirim perijinan presentasi ke 25 SD sekitar Perintis 29 Semarang e) One man one in bagi guru dan Osis f) One man one in bagi siswa yang tercantum daftar Guota (Gerakan Usaha Orang Tua Asuh) g) Memberi perspek calon PPD untuk mendapat beasiswa yayasan bagi rangking lima besar anak di kelas asal h) Menyelenggarakan Sekolah Gratis SPP, dengan tetap mengedapankan kualitas visi-misi sekolah,yakni “ TEGUH BERAKHLAK UTAMA, DAN TANGGUH DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR. MISI UTAMA : MENCETAK PRIBADI CERDAS BERTAQWA YANG BERAKHLAK SANTUN DAN INDAH, SERTA MENDAMBAKAN OUT-PUT DAN OUT-COME YANG MARHAMAH” 4. Gerak spektakuler SMP Seputar persiapan dan pelaksanaan PPD 2014-2015 unit SMP siap merancang kegiatan spektakuler, antara lain :  “Perintis Sayembara “ Karya anak, tentang : • BAHAYA NARKOBA JIKA DIKONSUMSI • ANAK BERBAKTI DAN BERBAKAT SUATU ASET BANGSA • MEMBANGUN SIKAP DAN WATAK MELALUI FACEBOOK • WAJIB BELAJAR 9 TAHUN GAMBARAN CERAH ANAK BANGSA  Mengadakan petisi futsal tingkat SD ke lima kecamatan : Tembalang, Banyumanik, Candisari, Semarang Selatan dan kecamatan Gajahmungkur 5. Efektivitas Gerakan Guru Dan OSIS Dalam program penjaringan PPD 2014-2015, unit SMP Perintis 29 Semarang melakukan beberapa kebijakan : a) Setiap guru mengisi kontrak komitmen baru yang disediakan sekolah untuk kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan sesuai bidang mapel yang diampu. b) Bersedia mengisi untuk membawa satu siswa baru, sebagai hak sekolah yang dipenuhi. c) Membangun sinergi untuk penguatan karakter_Building unit SMP, berupa kewajiban individu guru, baik selaku tenaga fungsional maupun struktural dalam membentuk pribadi religius yang nasionalis dan jiwa nasional yang religius sebagai perwujudan PBKB (Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa). d) Bangunan OSIS diperkuat oleh peran Wakasis dan ditindaklanjuti oleh peran masing-masing guru, sebagai wujud proaktif-partisipatif dalam kegiatan intra sekolah yang sinergis 6. Usulan biaya Demi menunjang konsep program penjaringan PPD 2014-2015 di unit SMP Perintis 29 dapat berdaya guna di tataran operasionalnya, tentu tidak terlepas dari biaya yang diperlukan. Sehubungan hal itu, kami dari unit SMP Perintis 29 Semarang mengajukan gagasan kebijakan (Draf think-Police)) kepada Yayasan selaku penanngung-jawab lembaga (institusi) sebagai berikut: a) Uang Pangkal Uang Pangkal (UP) tahun ini,kami berharap masih digratiskan, dengan pertimbangan 1). belum cukup-kuatnya daya tawar kita ditingkat real-partisipasi masyarakat orangtua, 2). Menilik bahwa siswa yang diterima di negeri tidak dipungut apapun (gratis 100%), yang dengan kondisi tersebut kita mengkondisikan perhatian mereka,bahwa di Perintis 29 Semarang dapat Menyelenggarakan Sekolah Gratis SPP. b) SPP Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) digratiskan untuk tahun Pendidikan 2014-2015 c) Praktikum Biaya praktikum,Rp 20. 000,00 persiswa perbulan, digratiskan dengan dana BOS , hal itu cukup memadai,mengingat tujuan praktek sangat membentuk tingkat eksplorasi anak dalam membentuk skill-diri yang handal,dan efektif dalam menumbuhkan arti tanggung-jawab dalam perkembangan jiwa dan pertumbuhan fisik dan pikiran anak, sementara tingkat operasionalisasinya agar lebih optimal. d) Seragam Empat kostum seragam, Osis,Pramuka, Olah raga, dan batik, diterimakan anak tepat dan cepat setelah memenuhi syarat, harapan kami bagaimana untuk atasan jadi, yang bawahan biar anak bersangkutan, kecuali olahraga dan pramuka. e) Ekstra Kurikuler Kegiatan ekstra urgen saat ini : pramuka, renang, futsal,silat dan hadrah. 1) Pramuka, empat kali dalam 1 bulan efektif., tiap kali masuk transport minimal Rp. 30.000,00 dan ukuran standard Rp. 50.000,00 2) Renang, dua kali dalam 1 bulan efektif.tiap kali memandu, minimal Rp. 50.000,00 dan ukuran standar Rp. 75.000 3) Futsal, dua kali dalam 1 bulan efektif. Tiap kali ekstra, transport untuk pemandu minimal Rp.50.000,00 x 2 pemandu, dan ukuran standard Rp. 75.000,00 x 2 pemandu. 4) Silat, 4 kali dalam 1 bulan efektif.tiap kali melatih, transport minimal Rp. 40.000,00 dan ukuran standard Rp.50.000,00 5) Hadrah, dua kali dalam 1bulan efektif. Tiap kali melatih transport minimal Rp.25.000,00 x 2 pelatih, dan ukuran standard Rp. 30.000,00 x 2 pelatih. Dari lima usulan kegiatan ekstra di atas, biaya transport yang dibutuhkan dalam 1 bulan efektif minimal Rp. Transport yang dibutuhkan sebesar Rp.680.000,00 dan ukuran standard sebesarRp. 970.000,00 Demikian draf gagasan kegiatan Unit SMP Perintis 29 dalam PPD 2014-2015, sebagai rancangan dasar logis_riil, yakni upaya peningkatan mutu pelayanan untuk mengharapkan partisipasi kuat dan efektif dari masyarakat. Respon masyarakat dapat dilihat dari seberapa banyak akses jumlah PPD yang diterimakan kepada lembaga (Yayasan). Hal itu untuk mengukur seberapa jauh tingkat kepercayaan (reliabilitas) maupun keterukuran (validitas) mereka dalam melihat mutu lembaga yang diemban oleh SMP Perintis 29 Semarang dalam pelayanan kepada mereka. Semoga langkah perspek akan lebih baik, bermutu dan mampu menyajikan kepuasan pelanggan yang signifikan. Amin. Semarang, 29 Januari 2014 Unit SMP Perintis 29 Semarang Penanggung-jawab Unit Nur Rifa’i, S.Ag., M.S.I. ISIAN UNTUK KEMAJUAN SEKOLAH Untuk kemajuan SMP Perintis 29 kedepan, bagaimana menurut bapak ibu guru selaku bagian stakeholders Unit SMP Perintis 29. Silahkan diisi sesuai isi hati bapak ibu : a) setuju; b) kurang Setuju; c) tidak setuju, dan d) sangat setuju. Pilihan mana bapak ibu cukup melingkarinya ! 1. Setiap guru rapi berpakaian dengan seragam sesuai ketentuan unit SMP ……………… (A. B. C. D ) 2. Jika melihat peserta didik tidak rapi berpakaian, sebaiknya ditangani Wakasis atau guru BK, saja ………………………………………………………………………………………………………………………………… ( A. B. C. D) 3. Sebenarnya siswa tidak rapi berpakaian, itu tugas semua guru untuk menegurnya, diluruskan kesalahannya, dan diberinya contoh secukupnya, …………………………………………… ( A. B. C. D.) 4. Peserta didik tidak rapi berpakaian itu kan hanya mode sesaat akibat pengaruh kawan, meski dibiarkan anak akhirnya sadar sendiri, dan menyesuaikan diri, ………………………….. (A. B. C. D.) 5. Tapi sebenarnya siswa tidak rapi berpakaian itu faktor pembiaran oleh institusi, dalam ini oleh kurangnya penegakan aturan disiplin di unit itu, ……………………………………………….. (A. B. C. D.) 6. Sebaik apapun aturan unit diberlakukan peserta didik berprilaku tidak tertib berpakaian lantaran kebiasaan tidak tertib dibawanya dari keluarga, …………………………………………………. (A. B. C. D.) 7. Sebenarnya guru berpakaian rapi itu tuntutan professional, sedang bagi peserta didik itu tidak dituntut, cukup meneladani figure di lingkungan sekolah, …………………………………… (A. B. C. D.) 8. Sebenarnya Pendidik dan Peserta didik berpakaian rapi itu tuntutan SDM dan efektif mampu meningkatkan performen kinerja yang solid, ……………………………………………………. (A. B. C. D. ) 9. Ada pendapat jika memang peserta didik dari basic keluarga kumuh, ditambah lingkungannya yang sama, ditegakkan aturan sekolah sebaik apapun, hasilnya tidak akan optimal (A. B. C. D.) 10. Pendidik apalagi begroun sarjana, tak usah dituntut, asal ada keseimbangan antara tuntunan disiplin dengan tingkat kesejahteraan pasti berjalan optimal, …………………………… (A. B. C. D.) Bapak ibu guru selaku tenaga professional, tentu memiliki pandangan tentang hak dan kewajiban sebagai berikut : 11. Setiap hari di sekolah tampil meyakinkan dan penuh percaya diri ,itu hak, ………….. (A. B. C. D.) 12. Ada hubungan erat antara percaya diri dengan kelengkapan KBM saat di kelas …… (A. B. C. D ) 13. Bapak ibu selalu melengkapi : RPP, Silabus, Daftar hadir siswa, Agenda guru, Daftar nilai, Jadwal pembagian jam, Kaldik SMP smt genap, Daftar analisis nilai, adalah keharusan ……. (A. B. C. D.) 14. Kelengkapan pedagogik, dengan sendirinya akan dipenuhi, jika sudah tiba masa persiapan ujian sertifikasi guru, sebagai program pemerintah, ……………………………………………………… (A. B. C. D ) 15. Meski jauh di bawah standar minimal kesejahteraan guru, guru yayasan tetap beroreantasi , pada semangat “MAN JADDA WAJADA” atau semangat berprestasi ……………………. (A. B. C. D ) 16. Pandangan di atas bersifat teoritik, implementasi riilnya, tidak semudah itu, ………… ( A. B. C. D.) 17. Idealisme Pendidik, sebenarnya terkait dengan visi-misi sekolah yang dianut, ……… (A. B. C. D.) 18. Keberkahan guru dan pendidik di era dahulu, lebih tampak karena kepasrahan dan semangat lillahi ta’ala, dan itu sulit diwujudkan pada era kini, meski ada sertifikasi guru, … (A. B. C. D) 19. Menurut pandangan sebenarnya, tunjangan sertifikasi tidak dilihat sebagai sebab, tetapi lebih bersifat akibat dari peran dan fungsi guru professional, …………………………………… (A. B. C. D.) 20. Mantan guru, mengakibatkan penyakit struk, hampir tidak dijumpai, hal itu lantaran peran guru bersifat ganda, yakni hasil duniawi didapat, sekaligus kemanfaatan ilmu muridnya, (A. B. C. D)
Wassalam,
Wallahu A'lam Bish_Shawab.